Ziarah Raudhah di Masjid Nabawi adalah bagian perjalanan yang paling dinanti banyak jemaah umroh Indonesia. Namun tidak sedikit jemaah yang baru menyadari saat sudah berada di Madinah bahwa masuk ke Raudhah tidak lagi cukup dengan datang dan mengantre. Kunjungan ke tempat itu kini diatur melalui pemesanan tasreh di aplikasi resmi Nusuk, lengkap dengan jadwal, konfirmasi kehadiran, dan kode masuk. Memahami alurnya sejak dari rumah membuat jemaah tidak kehilangan kesempatan yang sering kali hanya datang sekali dalam satu perjalanan.
Letak Raudhah dan Alasan Kunjungannya Perlu Diatur
Raudhah berada di dalam Masjid Nabawi, pada area yang membentang antara kamar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan mimbar beliau. Kanal resmi Nusuk, platform milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, menyebut keutamaan tempat ini dengan mengutip sabda Nabi: "Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman dari taman-taman surga." Riwayat tersebut dalam laman Nusuk disandarkan kepada Imam Bukhari.
Keutamaan itulah yang membuat jutaan hati tertuju ke satu petak kecil di dalam masjid. Tanpa pengaturan, ruang yang terbatas akan selalu kalah oleh jumlah jemaah yang datang dari seluruh dunia. Nusuk mencatat bahwa penataan kunjungan justru menaikkan daya tampung harian, dari sekitar lima ribu pengunjung menjadi lebih dari lima puluh ribu pengunjung setiap hari, tanpa mengorbankan kenyamanan dan ketenangan beribadah.
Jadi sistem pemesanan bukan penghalang, melainkan cara agar lebih banyak jemaah benar-benar bisa masuk. Jemaah yang memahami hal ini sejak awal cenderung lebih tenang: ia tahu apa yang harus disiapkan, dan tidak terjebak pada upaya mencari jalan pintas yang justru berisiko membuatnya gagal masuk.
Dua Jalur Memesan Tasreh Raudhah di Aplikasi Nusuk
Nusuk menyediakan dua cara untuk mendapatkan jadwal kunjungan. Pertama, layanan pemesanan terjadwal: jemaah memilih sendiri tanggal kunjungan melalui aplikasi. Jalur ini tersedia satu kali dalam setahun untuk setiap pengunjung, sehingga pemilihan tanggalnya perlu dipertimbangkan matang dan disesuaikan dengan hari-hari saat rombongan benar-benar berada di Madinah.
Kedua, layanan jalur cepat yang ditujukan bagi jemaah yang sedang berada di dekat kawasan Masjid Nabawi. Jalur ini membuka ketersediaan jadwal baru setiap dua puluh menit sesuai ketersediaan yang tersisa, dan inilah satu-satunya jalur yang memungkinkan kunjungan berulang. Banyak jemaah Indonesia memanfaatkannya pada waktu-waktu yang lebih lengang selama masa tinggal di Madinah.
Bila tanggal yang diinginkan belum tersedia, Nusuk menyediakan daftar tunggu. Jemaah mendaftar untuk hari tertentu, lalu menerima pemberitahuan begitu jadwal terbuka. Saat memesan, jemaah juga dapat menambahkan anggota rombongan ke dalam satu kelompok kunjungan, dengan batas maksimal empat pengunjung tambahan. Karena itu, memasang aplikasi dan menuntaskan pendaftaran akun sejak di tanah air jauh lebih nyaman daripada mengurusnya saat sudah lelah di perjalanan.
Konfirmasi Kehadiran dan Kode Masuk yang Berlaku Sekali
Satu langkah yang paling sering terlewat adalah konfirmasi kehadiran. Pemesanan yang tidak dikonfirmasi akan gugur dengan sendirinya. Menurut ketentuan yang dicantumkan Nusuk, konfirmasi dapat dilakukan mulai empat puluh delapan jam sebelum waktu kunjungan dan ditutup dua jam sebelum jadwal dimulai.
Setelah konfirmasi berhasil, barulah kode masuk berbentuk kode QR muncul di aplikasi. Kode itu hanya berlaku untuk satu kali masuk. Bila jemaah tidak hadir pada waktunya dan juga tidak membatalkan pemesanan, jadwalnya langsung dibatalkan, dan kesempatan berkunjung berikutnya hanya terbuka melalui jalur cepat.
Karena itu dua hal kecil layak disiapkan: pengingat di ponsel pada jam konfirmasi, dan memastikan daya baterai cukup serta aplikasi bisa dibuka ketika tiba di pintu masuk. Bagi jemaah yang kurang terbiasa dengan aplikasi, mintalah pendampingan pembimbing ibadah atau tour leader rombongan sejak hari pertama tiba di Madinah, bukan pada jam-jam menjelang kunjungan.
Hari Kunjungan: Datang Lebih Awal dan Ikuti Papan Penunjuk
Nusuk menganjurkan jemaah tiba tiga puluh menit sebelum waktu kunjungan dan langsung menuju jalur masuk dengan membawa kode masuk. Setelah sampai di area Masjid Nabawi, papan penunjuk arah akan mengarahkan jemaah ke titik pemberangkatan kelompok. Dari sisi selatan masjid, pintu halaman luar bernomor 367 dan 368 disebut sebagai yang terdekat menuju Raudhah.
Durasi kunjungan di dalam Raudhah adalah dua puluh menit. Waktu itu dirancang agar setiap jemaah dapat beribadah dengan tenang sekaligus memberi giliran bagi yang menunggu. Jadwal kunjungan laki-laki dan perempuan dipisahkan pada waktu yang berbeda, sehingga rombongan keluarga sebaiknya menyepakati titik temu setelah kunjungan masing-masing selesai.
Satu ketentuan yang penting diketahui keluarga: anak-anak tidak diizinkan masuk ke Raudhah demi keselamatan mereka di tengah kepadatan. Sebagai gantinya tersedia pusat penitipan anak di area halaman utara masjid. Mengetahui hal ini sejak awal menghindarkan kekecewaan di depan pintu, terutama bagi jemaah yang berangkat bersama anak kecil.
Adab yang Membuat Dua Puluh Menit Terasa Cukup
Waktu yang singkat terasa jauh lebih bermakna bila doanya sudah disiapkan sebelum berangkat. Nusuk sendiri menyarankan jemaah menyusun lebih dahulu hal-hal yang hendak dipanjatkan, baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat. Menuliskan nama orang tua, keluarga, dan titipan doa dari kerabat di secarik catatan kecil sering kali lebih membantu daripada mengandalkan ingatan di tengah suasana yang penuh haru.
Mengambil gambar di dalam Raudhah sendiri tidak dilarang, namun Nusuk menganjurkan agar waktu yang berharga itu digunakan untuk shalat dan berdoa. Anjuran yang sederhana ini sebaiknya dipegang: kenangan paling awet dari Raudhah biasanya bukan foto, melainkan doa yang sempat dipanjatkan dengan tenang. Menurut sebagian ulama, dianjurkan menunaikan shalat sunnah dua rakaat bila keadaan memungkinkan; bila ruang sedang padat, berzikir dan berdoa tetap bernilai.
Adab terhadap sesama jemaah adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Tidak mendorong, tidak meninggikan suara, mengikuti arahan petugas, dan merelakan tempat ketika waktu habis adalah sikap yang menjaga kemuliaan majelis tersebut. Jemaah yang datang dengan niat beribadah, bukan mengejar titik tertentu, umumnya pulang dengan hati yang jauh lebih lapang.
Ringkasnya, kunjungan ke Raudhah menuntut tiga hal: pemesanan lewat aplikasi resmi, konfirmasi kehadiran tepat waktu, dan kesiapan adab saat masuk. Ketiganya bisa disiapkan sejak dari rumah. Bagi jemaah yang ingin didampingi sejak tahap persiapan dokumen hingga pendampingan di Madinah, tim Payung Madinah Umroh & Haji Official terbiasa membantu jemaah memahami alur ini satu per satu, termasuk saat manasik sebelum keberangkatan. Informasi mengenai program perjalanan dapat ditanyakan langsung melalui halaman umroh Payung Madinah atau kepada tim kami.
Perlu diingat bahwa ketentuan layanan dapat diperbarui sewaktu-waktu oleh pihak berwenang. Sebelum keberangkatan, jemaah sebaiknya memastikan kembali ketentuan terbaru melalui travel atau kanal resmi.
Sumber: Nusuk, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, diakses 14 Oktober 2026.
Foto thumbnail: Imad Alassiry / Unsplash.