Umroh dengan visa turis kini menjadi topik yang banyak ditanyakan jamaah setelah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh jenis visa dapat digunakan untuk menunaikan umroh. Kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi umat Muslim dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk beribadah ke Baitullah tanpa selalu bergantung pada visa umroh khusus. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat sejumlah aturan dan batasan yang wajib dipahami agar ibadah tetap berjalan lancar dan sesuai ketentuan resmi pada musim umroh 2026.
Semua Jenis Visa Kini Bisa Dipakai untuk Umroh
Otoritas Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah menyatakan bahwa pemegang semua jenis visa kini berhak menunaikan umroh. Jenis visa yang tercakup meliputi visa turis elektronik (tourist eVisa), visa kunjungan pribadi dan keluarga, visa transit, hingga visa kerja. Artinya, seseorang yang telah memiliki visa Saudi yang masih berlaku tidak lagi diwajibkan mengurus visa umroh terpisah hanya untuk beribadah di Masjidil Haram.
Kebijakan ini merupakan bagian dari program Visi 2030 yang bertujuan menyederhanakan akses kunjungan sekaligus meningkatkan jumlah jamaah dan wisatawan ke Kerajaan. Bagi jamaah yang berencana menggabungkan perjalanan wisata religi dengan ibadah umroh, ketentuan ini jelas memberikan fleksibilitas yang lebih besar.
Tetap Wajib Registrasi dan Izin (Tasreh) via Nusuk
Meski jenis visa kini lebih fleksibel, ada satu hal yang tidak berubah: setiap jamaah tetap wajib mendaftarkan diri dan memesan izin (tasreh) umroh melalui aplikasi resmi Nusuk sebelum beribadah. Visa berfungsi sebagai izin masuk ke wilayah Arab Saudi, sedangkan Nusuk mengatur izin ibadah, jadwal masuk Masjidil Haram, hingga slot kunjungan ke area tertentu.
Pada musim umroh 1448 H, penerbitan visa dan kedatangan jamaah internasional resmi dibuka sejak 31 Mei 2026, sementara izin masuk Makkah melalui Nusuk mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Karena itu, pastikan aplikasi Nusuk sudah terpasang dan seluruh data telah terverifikasi sebelum keberangkatan.
Batasan Penting yang Perlu Diperhatikan
Kemudahan ini tetap disertai sejumlah batasan yang sebaiknya tidak diabaikan:
- Pembatasan menjelang musim haji. Menjelang penyelenggaraan haji, pemegang visa turis umumnya dilarang memasuki atau berada di Makkah tanpa izin haji resmi. Otoritas akan mengosongkan Makkah dari pengunjung yang tidak memegang tasreh haji.
- Masa berlaku visa masuk. Visa umroh khusus kini hanya berlaku 30 hari sejak diterbitkan; jamaah yang belum masuk Saudi dalam rentang tersebut berisiko visanya hangus. Perhatikan pula masa berlaku visa turis atau kunjungan yang digunakan.
- Kewajiban booking terverifikasi. Sebagian jalur pengajuan mensyaratkan bukti pemesanan hotel dan transportasi yang sudah terkonfirmasi di sistem sebelum izin diterbitkan.
Lebih Baik Lewat Travel Resmi atau Mandiri?
Bagi jamaah Indonesia, mayoritas keberangkatan umroh masih dilakukan melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi menggunakan visa umroh. Jalur ini memberi jaminan bimbingan manasik, akomodasi, transportasi, serta perlindungan yang lebih terstruktur. Sementara itu, opsi umroh dengan visa turis lebih relevan bagi mereka yang menempuh perjalanan mandiri atau menggabungkan umroh dengan agenda perjalanan lain.
Karena regulasi dapat berubah sewaktu-waktu dan detail teknis berbeda antarjenis visa, sangat disarankan untuk selalu mengonfirmasi ketentuan terbaru kepada travel umroh resmi berizin sebelum menentukan pilihan. Terkait biaya, sebaiknya jamaah menanyakan kisaran yang berlaku langsung kepada penyelenggara resmi, karena harga sangat dipengaruhi oleh musim keberangkatan, maskapai, dan fasilitas yang dipilih.
Dengan semakin fleksibelnya kebijakan visa, peluang menunaikan umroh kini terbuka lebih lebar selama jamaah memahami aturan dan batasannya. Pastikan setiap tahap, mulai dari pemilihan visa, registrasi Nusuk, hingga persiapan ibadah, dilakukan dengan cermat dan sesuai ketentuan resmi. Untuk konsultasi seputar pilihan paket, kelengkapan dokumen, dan prosedur umroh terbaru, jamaah dapat menghubungi tim Payung Madinah Umroh & Haji Official. Bersama Payung Madinah Umroh & Haji, semoga perjalanan ibadah Anda ke Tanah Suci menjadi lebih tenang, aman, dan penuh keberkahan.
Sumber: Gulf News, "All visa types now eligible for Umrah, says Saudi Hajj ministry" (https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/all-visa-types-now-eligible-for-umrah-says-saudi-hajj-ministry-1.500295739); Gulf Business, "Saudi announces new Umrah calendar" (https://gulfbusiness.com/en/2026/saudi-arabia/saudi-announces-new-umrah-calendar-visa-details-key-dates-revealed/); Kementerian Agama RI (https://kemenag.go.id/).
Foto thumbnail: Sam Riz / Unsplash.