Sunnah-Sunnah Umroh yang Sering Terlewat Jamaah 2026: Amalan Kecil Berpahala Besar dari Miqat hingga Tanah Suci

Sunnah-Sunnah Umroh yang Sering Terlewat Jamaah 2026: Amalan Kecil Berpahala Besar dari Miqat hingga Tanah Suci

Sunnah-sunnah umroh yang sering terlewat kerap luput dari perhatian jamaah, terutama di tengah padatnya musim umroh 2026/2027 dan sistem antrean digital melalui aplikasi Nusuk. Banyak jamaah fokus pada rukun dan wajib umroh, lalu terburu-buru menyelesaikan ibadah tanpa sempat menghidupkan amalan-amalan sunnah yang justru menambah kesempurnaan dan pahala. Padahal, sunnah-sunnah inilah yang dahulu dicontohkan Rasulullah SAW dan mampu membuat ibadah terasa lebih khusyuk serta bernilai. Artikel ini merangkum sunnah umroh yang paling sering terlewat, agar perjalanan ibadah Anda lebih sempurna dari miqat hingga tahallul.

Membedakan Rukun, Wajib, dan Sunnah Umroh

Sebelum membahas amalan sunnah, penting memahami tiga tingkatan dalam ibadah umroh. Rukun adalah amalan yang jika ditinggalkan membuat umroh tidak sah, seperti ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Wajib adalah amalan yang bila ditinggalkan mengharuskan membayar dam, seperti berihram dari miqat. Sedangkan sunnah adalah amalan tambahan yang tidak membatalkan umroh bila ditinggalkan, namun sangat dianjurkan karena menyempurnakan ibadah dan menambah pahala. Justru karena statusnya tidak wajib, banyak jamaah menganggapnya sepele dan melewatkannya.

Sunnah Sebelum dan Saat Berihram

Beberapa sunnah penting sudah bermula sejak sebelum mengenakan pakaian ihram di miqat:

  1. Mandi sunnah (ghusl) sebelum ihram. Rasulullah SAW mandi sebelum berihram, meski banyak jamaah langsung mengenakan ihram di bandara tanpa mandi terlebih dahulu.
  2. Memakai wewangian pada badan sebelum niat (khusus laki-laki, pada badan bukan pada kain ihram), dan dilakukan sebelum mengucap niat, bukan sesudahnya.
  3. Shalat sunnah dua rakaat sebelum ihram. Amalan ini kerap dilewatkan karena terburu-buru mengejar jadwal keberangkatan.
  4. Mengeraskan talbiyah. Bagi laki-laki dianjurkan mengangkat suara saat bertalbiyah, bukan hanya membacanya dalam hati.

Sunnah Saat Thawaf dan Sa’i

Ketika mengelilingi Ka’bah dan bersa’i, ada sejumlah sunnah yang menyempurnakan ibadah:

  1. Idhthiba’ — menyelempangkan kain ihram atas dengan membuka bahu kanan, khusus selama thawaf (bagi laki-laki).
  2. Raml — berjalan cepat dengan langkah pendek pada tiga putaran pertama thawaf (bagi laki-laki, jika kondisi memungkinkan dan tidak berdesakan).
  3. Istilam Hajar Aswad — menyentuh atau cukup memberi isyarat ke arahnya sambil bertakbir; tidak perlu memaksakan diri hingga berdesakan.
  4. Shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah thawaf, lalu memperbanyak doa.
  5. Minum air zamzam dengan menghadap kiblat dan membaca doa.
  6. Berdoa di atas bukit Shafa dan Marwah sambil menghadap kiblat pada setiap putaran sa’i.

Sunnah yang Terabaikan Karena Terburu-buru

Selain amalan di atas, ada sunnah yang kerap terlewat justru karena faktor kondisi lapangan dan keterbatasan waktu:

  1. Memperbanyak talbiyah, dzikir, dan doa sepanjang perjalanan menuju Makkah.
  2. Berdoa dengan doa-doa ma’tsur disertai penghayatan, bukan sekadar membaca teks.
  3. Menjaga adab dan ketertiban, termasuk mengikuti jalur petugas dan aturan Nusuk yang berlaku pada musim umroh 2026/2027.
  4. Tidak menyakiti sesama jamaah demi mengejar keutamaan tertentu, karena menjaga kenyamanan orang lain juga bagian dari kesempurnaan ibadah.

Perlu diingat, di tengah kepadatan Masjidil Haram, sebagian sunnah seperti raml atau mencium Hajar Aswad tidak perlu dipaksakan bila berisiko membahayakan diri atau mengganggu jamaah lain. Islam mengajarkan kemudahan, dan keselamatan tetap diutamakan.

Menyempurnakan dengan Niat dan Kesabaran

Kunci dari semua amalan sunnah ini adalah niat yang ikhlas dan kesabaran. Umroh bukan sekadar menyelesaikan rangkaian ritual secepat mungkin, melainkan menghadirkan hati di setiap langkah. Jamaah yang tenang dan tidak tergesa-gesa cenderung lebih mudah menghidupkan sunnah, menjaga adab, dan merasakan kekhusyukan. Karena itu, persiapkan fisik dan mental sejak dari tanah air, pelajari tata cara serta doa-doa penting, dan niatkan setiap amalan semata karena Allah. Dengan begitu, sunnah-sunnah kecil yang sering terlewat justru menjadi penambah keberkahan yang besar.

Menyempurnakan Ibadah dengan Persiapan yang Matang

Menghidupkan sunnah-sunnah umroh tidak menuntut tenaga besar, hanya memerlukan ilmu dan kesiapan hati agar tidak terburu-buru. Dengan memahami dan mengamalkannya, ibadah Anda menjadi lebih utuh, khusyuk, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Untuk memastikan setiap detail ibadah berjalan lancar — mulai dari bimbingan manasik, pengurusan visa dan Nusuk, hingga pendampingan selama di Tanah Suci — Anda dapat berkonsultasi dengan tim Payung Madinah Umroh & Haji Official. Sebagai penyelenggara yang mengutamakan bimbingan sesuai sunnah, Payung Madinah Umroh & Haji siap membantu mewujudkan umroh yang mabrur dan penuh ketenangan.

Sumber: Kementerian Agama RI — https://kemenag.go.id/; Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi / platform Nusuk — https://www.nusuk.sa/.

Foto thumbnail: Ahmad Khan / Pexels.